Penyebab Umum Terjadinya Penyakit Tidur Berjalan

C:\Users\RECORD\Downloads\6-penyebab-orang-bisa-tidur-sambil-berjalan.jpg

www.merdeka.com

Istirahat yang paling baik dan sempurna adalah tidur. Karena dengan tidur yang berkualitas, seseorang bisa mendapatkan hidup lebih sehat. Bahkan membuat energi yang semula terkuras karena aktivitas bisa kembali terisi. Seperti yang kita tahu bahwa lamanya waktu tidur untuk orang dewasa memanglah sama tetapi kemampuan mereka untuk menciptakan tidur berkualitas ternyata berbeda. Beberapa diantaranya bisa tidur dengan waktu yang ideal.Namun ada juga yang malah mengalami insomnia atau justru mengalami kondisi tidur berjalan. Lalu apa sebenarnya penyebab umum dari penyakit tidur berjalan ini?

Mungkin terdengar menyeramkan mendapati seseorang yang tiba-tiba berjalan ditengah tidurnya atau disebut sleep walking. Ternyata kondisi ini disebut penyakit dan dialami sekitar 3,6 persen dari populasi manusia. Tidur sambil berjalan bisa menjadi tanda dari adanya kondisi medis yang menyebabkannya.Misalnya saja seperti adanya sindrom restless leg, apnea tidur obstruktif dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa penyebab lain bisa anda simak.

6 PenyebabUmumPenyakitTidurBerjalan

1. Genetik

Memang bukan hal yang mengejutkan kalau penyakit ini ternyata diwariskan secara genetik. Bahkan hal ini sudah dibuktikan dengan adanya penelitian yang menyebut bahwa kondisi tidur berjalan bisa dialami seseorang sejak usia 4 hingga 10 tahun. Gejala berjalan sambil tidur bisa mulai berkurang ketika usianya di tahun 30 an.

2. Pengaruh Obat Obatan Tertentu

Penyebab umum penyakit tidur berjalan juga bisa dikarenakan obat obatan tertentu.Terutama obat obatan penenang seperti triazolam, zolidem dan eszopiclone.Obat ini seringkali digunakan sebagai obat tidur atau penenang.Ada juga penelitian yang menyebut bahwa obat antihistamin bisa memicu kondisi sleepwalking.

3. Asma

Penyakit tidur berjalan juga bisa dipicu ketika kondisi kesehatan anda sedang tidak baik.Mereka yang memiliki asma juga bisa terkena penyakit tidur berjalan.Sleepwalking ini dipicu karena berbagai masalah kesehatan.Selain asma, bisa juga disebabkan karena sindrom kaki gelisah, serangan pannik hingga gangguan kepribadian ganda.

4. Mabuk

Minum alkohol sudah dipastikan akan mengurangi kualitas tidur seseorang. Mereka yang mengonsumsi alkohol bisa mengalami gangguan tidur seperti tidak nyenyak, sering terbangun di malam hari hingga merasa lelah pada siang hari. Di beberapa kasus yang ada, alkohol akan menyebabkan seseorang berjalan ketika tidur. Hal ini dikarenakan alkohol bisa mengubah cara kerja otak kita serta membuatnya tak sadar untuk berjalan ketika tidur.

5. Kurangnya Jam Tidur

Ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa keadaan kurang tidur bisa menyebabkan terjadinya sleepwalking.Beberapa yang melakukan penelitian adalah berasal dari University of Montreal, Kanada.Hasil dari penelitian menyebutkan kalau partisipan yang melakukan tidur pemulihan setelah 25 jam terjaga mengalami adanya perilaku sleepwalking.

6. Demam

Suhu badan yang tinggi atau demam juga bisa memunculkan hal aneh pada diri kita.Mulai dari berhalusinasi, mimpi buruk atau bahkan pikiran yang gelisah.Demam bisa menjadi penyebab umum penyakit tidur berjalan.Hal ini lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. Perubahan temperatur bisa mempengaruhi cara kerja otak kita sehingga hal-hal yang ada di luar kesadaran bisa terjadi.

7. Kelelahan

Kelelahan yang ekstrem bisa memicu terjadinya sleepwalking.Bukan hanya secara fisik tetapi juga mental. Mereka yang merasa lelah akan mengalami pelemahan otot, sulit konsentrasi dan sering mengantuk meski sudah istirahat. Jika anda merasa terlalu lelah, besar kemungkinan anda akan mengalami sleepwalking.

Sleepwalking memang diketahui memiliki beberapa tipe.Seperti duduk ketika tidur, berjalan ke luar ruangan dan melakukan hal-hal lain sambil terpejam. Apapun tipenya, penyebab umum terjadinya penyakit tidur berjalan ini hampir sama. Mulai dari secara genentik, kelelahan yang ekstrem, kurangnya jam tidur hingga karena konsumsi alkohol.

Sumber:

www.idntimes.com

www.honestdocs.id

Read More